Rhoma Irama dan Elvy Sukaesih Pecah Kongsi?

Rhoma dan Elvy pecah kongsi terkait PAMMI

Rhoma Irama dan Elvy Sukaesih pecah kongsi terkait satu-satunya organisasi yang menjadi wadah seniman resmi insan dan seniman Dangdut Indonesia, PAMMI.

Baru-baru ini, Elvy dikabarkan menghidupkan kembali wadah insan Dankdut Indonesia yang dulu pernah didirikan bersama dengan mendiang suaminya, Zaidun Zeth. Hal ini pertanda, bahwa si ratu telah "bercerai" dengan raja dari wadah ini.

Meskipun langkah yang dilakukan oleh si ratu ini mendapat sorotan dari berbagai pihak dan penggemarnya baik di Indonesia atau Malaysia, namun hal itu bukan berarti telah terjadi konflik personal antara keduanya.

Seperti dikutip Tribunnews.com, banyak yang bertanya-tanya perihal kebenaran berita perpecahan yang melibatkan keduanya. Salah satunya adalah pertanyaan datang dari salah seorang penggemarnya di Malaysia. Apakah Ummi Elvy ada kekecewaan dengan organisasi legal ini sehingga harus berpisah dengan organisasi yang dipimpin oleh bang haji.

Mendengar pertanyaan itu, si ratu menjelaskan bahwa beliau tidak ada masalah apapun dengan sang raja ataupun organisasi pimpinan bang haji sendiri. Ia juga mengatakan bahwa sebelum ada PAMMI, ia dan mendiang suaminya sudah mendirikan IKARDI terlebih dulu, dan sekarang beliau ingin menghidupkannya kembali.
"Gini loh, sebenarnya (saya) sudah ditawari dari jaman masih ada Abah (Zaidun Zeth). Waktu itu abah bilang, ji (Rhoma Irama) ini ada IKARDI, ana hanya sebagai pencetus sama-sama istri ana. Dan ini (IKARDI) bukan punya ana tapi ini punya orang dangdut, ini namanya udah pas banget. Tapi ya hak dia (Rhoma tidak mau bergabung) dan saya nggak mau dibanding-bandingin dengan dia. Dan saya dengan bang haji tetap berteman."

Sementara itu, salah satu alasan yang mendasar dari Elvy untuk menghidupkan kembali IKARDI dan menolak bergabung dengan PAMMI adalah karena beliau tidak ingin membatasi, mengkotak-kotakan antara senior dan yunior.
"Adanya IKARDI saya cuma ingin tidak ada pengkotak-kotakan antara senior dan junior. Apalagi, sekarang dengan judul Ikatan Keluarga Artis Dangdut Indonesia kita semuanya keluarga besar dan kita ingin berpegangan tangan untuk meningkatkan kembali musik dangdut,"
Maksud pernyataan ummi soal pengkotak-kotakan (membeda-bedakan) antara pedangdut senior dan yunior adalah bahwa tidak semua penyanyi/artis dan musisi Dankdut diakui sebagai anggota wadah artis resmi ini dengan alasan sopan santun dalam bermusik. Untuk itulah, Elvi ingin merangkul semuanya termasuk artis-artis yang saat ini dianggap "miring" seperti Inul Daratista, Dewi Persik dan beberapa penyanyi (baru) lain. Apakah ini pertanda bahwa Elvy Sukaesih juga tidak setuju dengan pendapat Rhoma yang mengecam Dangdut Koplo menjadi bagian dari genre ini, karena alasan kesopanan?...
"Kalau disana katanya dikotak-kotakin tidak merangkul yang begini-begini. Makanya saya sekarang ingin merangkul semuanya. Kan semua bisa dibina dan mengingatkan supaya dangdut berkualitas dan menampilkan yang manis dan sopan santun," katanya.
"Karena saya merasa tampil dengan Inul Daratista sama Dewi Persik dengan segala macem ternyata mereka bisa mengubah kostumnya. Mereka bisa diajak kerjasama kok. Dan mereka tidak boleh dikucilkan dan ngomong dengan arogan, jangan," ucap Elvy Sukaesih.
Referensi dan Sumber:
Tribunnews - Artikel 1   
Tribunnews - Artikel 2
Tribunnews - Artikel 3

Kategori :

inforhoma-irama

1 komentar:

Sebenarnya sih, konflik antara Rhoma Irama sebagai Raja Dangdut dan Elvie Sukaesih sebagai ratu dangdut itu sudah sejak dulu, yaitu ketika Elvy S menyatakan keluar dari Soneta Grup akibat perseteruan antara Remaco dan Yukawi sebagai pemegang hak resmi produksi Album Soneta vol. 3 (kalo tidak salah nih)...

Sudah ribuan komentar yang terhapus dan dianggap SPAM/ dan melanggar, oleh karena itu jika komentarnya ingin muncul, berkomentarlah sesuai dengan isi posting. Jangan komentar dengan meninggalkan link atau kata-kata singkat seperti Sip gan, Mantaps gan, Terimakasih Gan, Goyang yuk, dan sejenisnya. Komentar setidaknya 3-5 kalimat yang berhubungan dengan posting